Setiap taman mempunyai hembusan angin. Hembusan taman dunia adalah kaum perempuan. Mereka, saudara kaum
laki-laki, ibu para pahlawan. Penuh lembut, indah. Rahim orang-rang besar, melahirkan para ulama, membesarkan
orang-orang tangguh, mendidik para bijak. Perempuan, itu perasa. Menyakitinya adalah dosa, memarahinya adalah
cela. Barang siapa yang mencederainya, maka ia tak lagi mempunyai hak mendapat kasihnya. Andai engkau berikan
untuknya simpanan mahar. Kemudian ia mengabdi kepadamu selama satu bulan, lalu kamu melihat ada kekeliruan
sedikit dari dirinya, kamu mungkin akan berkata, “aku tak melihat kebaikan apapun dari dirimu”.
Perempuan, di dunia ini adalah hiasan, keindahan, dan pemberian inspirasi. Ia adalah pakaian bagi kaum laki-laki,
teman intim dalam kehidupan. Ia juga ibu yang sangat kasih. Sahabat bagi yang bersedih. Lebih baik dari meratap dan
menangis. Tapi lebih merisaukan dari rasa sakit dan lara.
Setiap taman mempunyai hembusan angin. Hembusan taman dunia adalah kaum perempuan. Mereka, saudara kaum
laki-laki, ibu para pahlawan. Penuh lembut, indah. Rahim orang-rang besar, melahirkan para ulama, membesarkan
orang-orang tangguh, mendidik para bijak. Perempuan, itu perasa. Menyakitinya adalah dosa, memarahinya adalah
cela. Barang siapa yang mencederainya, maka ia tak lagi mempunyai hak mendapat kasihnya. Andai engkau berikan
untuknya simpanan mahar. Kemudian ia mengabdi kepadamu selama satu bulan, lalu kamu melihat ada kekeliruan
sedikit dari dirinya, kamu mungkin akan berkata, “aku tak melihat kebaikan apapun dari dirimu”.
Perempuan, di dunia ini adalah hiasan, keindahan, dan pemberian inspirasi. Ia adalah pakaian bagi kaum laki-laki,
teman intim dalam kehidupan. Ia juga ibu yang sangat kasih. Sahabat bagi yang bersedih. Lebih baik dari meratap dan
menangis. Tapi lebih merisaukan dari rasa sakit dan lara.
Air susunya adalah makanan yang paling tulus, perlindungan yang diberikannya benar-benar tulus. Air susunya adalah
sumber kasih sayang. Dimatanya tersimpan rahasia. Dikeningnya terdapat banyak cerita. Air susunya menyimpan
makna kedemawanan. Dalam peluknya ada kasih sayang. Rasa laparnya, berarti ia tidak lapar seorang diri. Ketiadaan
perempuan dalam kehidupan adalah kehilangan banyak kebahagiaan. Ketersembunyian perempuan dalam pentas
dunia, adalah membunuh keindahan.
Ia adalah rumah bagi rantai keturunan. Pengimpun banyak prosa dan seni bahasa. Emas tanpa perempuan adalah
arang. Mutiara tanpa pemermpuan adalah seonggok kayu. Pendapat dan pandangannya memuat bahasa hati yang bisa
anda baca. Anda mengetahui kadar cintanya dari perempuan yang ditinggal kekasihnya. Dengan perempuan,
dipahamilah arti kepergian dan perambungan. Pertemuan dan perpisahan. Kerugian dan kebingungan. Ketidakpedulian
dan tuduhan.
Argumentasi perempuan bisa berakibat pada pembunuhan. Hanya kata-kata yang disampaikan kepadanya, bisa
bermakna meminangnya. Perkataan perempuan adalah sihir yang halal. Kalimat-kalimat dari lisannya mengalir seperti
madu. Senyumnya lebih lezat dari pada anggur. Perempuan lebih mampu menyihir ketimbang Harut dan Marut. Diantara
perempuan- perempuan terdapat Khadijah, yang menjadi symbol etika. Khadijah memiliki istana di surga, dari bambu
surga. Tak ada keributan dan keletihan di sana. Diantara perempuan-perempuan ada Aisyah binti As-Shiddiq, ia pemilik
ilmu, ketelitian, dan kredibilitas. Ia disucikan dan suci. Ia mempunyai kelembutan yang luar biasa dan keterpujian yang
menonjol. Dianatara perempuan-perempuan, ada Fatimah al-Batul binti Rosul. Ibu dari Hasan dan Husain. Pemimpin
wanita dunia. Yang diterima disisi Robbul’Alamin.
Perempuan adalah kertas putih. Diatasnya laki-laki menulis apa yang dia mau. Dari kecintaan dan kebencian. Dari
kemarahan dan penghinaan. Ia adalah taman yang hijau, kebun yang menawan. Di dalamnya semua tumbuh-tumbuhan
begitu indah dengan segala jenisnya, dan melemahkan orang yang tangguh bila berhadapan dengannya. Orang yang
berakal disisinya menjadi tak berdaya. Anda melihat seorang laki-laki berkelahi melawan singa, bertempur melawan
pasukan bersenjata. Tapi orang itu ternyata dikalahkan oleh perempuan! Anda lihat seorang laki-laki sangat hati-hati dan
zuhud dalam soal harta. Mampu berpuasa dari makan dan minum. Tapi orang itu juga ditaklukan oleh perempuan. Anda
lihat seorang laki-laki pemberani bisa tergeletak tidak berdaya dan dikalahkan, mampu melawan, jika ia menginginkan
perempuan. Perempuan dalam kebenciannya tidak terlihat jelas. Air matanya adalah petunjuk paling nyata bagi orang
yang mencintainya. Rahasia kekuatannya adalah, justru sebenarnya ia lemah.
Orang-orang kafir ingin agar perempuan-perempuan bebas berhias dengan fitnahnya. Sedangkan Islam ingin
keterlindungan dan ketertutupan. Ketakwaan dan kebersihan. Agar perempuan menjadi bukti keindahan dan
penerimaan. Orang-orang kafir menginginkan perempuan tampil dengan pakaian menawan. Jika laki-lakinya terfitnah
oleh dirinya, dan anak-anaknya membangkang kepadanya, maka generasi keturunannya menjadi sia-sia. Islam ingin
agar perempuan terlindung dengan benteng yang sungguh mahal.
---
Adalah Adam as. disurga tanpa teman dan tanpa pendamping. Lama berlalu masa itu, dan kesepian membuatnya
semakin sulit. Maka Allah SWT menciptakan untuknya Hawa. Lalu terciptalah antara keduanya kebersihan dan
kesetiaan. Pertemuan yang baik, perlakuan yang baik. Laki-laki tanpa perempuan bak sebuah ‘Buku yang tak
berjudul’, Raja tanpa kerajaan. Sedangkan perempuan tanpa laki-laki adalah ibarat padang pasir yang tak
bertumbuhan dan tak ada pepohonan. Kebun tanpa bunga dan buah.
Terima kasih wahai Aminah binti Wahab. Engkau telah menghadiahkan kepada kemanusiaan. Engkau telah mengajukan
pengorbananmu untuk manusia. Seorang anak yang memancar kehormatannya sebagaimana pancaran matahari di
waktu dhuha dan bulan saat benderang. Seorang anak yang mengatakan kepada kepercayaan berhala, “Demi
jiwaku yang berada di tangan-Nya, jika kalian meletakan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiri. Aku tak
kan pernah meninggalkan agamaku, sampai seluruh desa dan seluruh daratan ini terwarnai oleh agamaku“.
Perempuan-perempuan telah memberikan dunia, para pemimpin dimasa Khulafaur Rasyidin. Mereka
mempersembahkan para pahlawan dan para mujahidin. Para ahli dunia dan agama. Perempuan, jika baik perilakunya,
suci jilbabnya, penuh kasih hatinya, maka rumah akan penuh keridhoan dan dunia menjadi tenteram. Rumah tanpa
perempuan adalah mihrab tanpa imam. Jalanan tanpa petunjuk. Andai perempuan tersembunyi dari kehidupan. Tak ada
pelukan dan senyuman. Tak ada kata-kata dan ungkapan. Andai perempuan tak wujud di dunia, tak ada keturunan dan
kelahiran. Hanya ada para bujangan.
Dalam hadist disebutkan “Nikahilah perempuan yang kasih-sayang dan banyak melaihrkan anak”,
rahasianya adalah untuk memperbanyak pasukan, menambah jumlah tentara, dan agar Rosululloh membanggakan
jumlah yang banyak dihari kiamat. Di saat perempuan melucuti hijab, melepas jilbab, melawan hokum Islam, keluar
dengan liar, katakanlah, Selamat tinggal kesucian. Bagaimana rumah tanpa pintu bisa terpelihara. Bagaimana istana
bisa terlindungi tanpa penjaga. Air akan dijilat dan diminum oleh anjing. Maka, penghuni rumah haruslah menjaga dan
melindungi
lombok, 25 agustus 2008
taken from...(i forgot, where i took it from..)
Main Menu
- Home
- Profil
- _Visi, Misi & Tujuan
- _Renstra
- _Arah Kebijakan
- _Struktur Organisasi
- Fasilitas
- _Laboratorium
- _Klinik
- _Fasilitas Olahraga
- _Mesjid
- _Perpustakaan
- _Auditorium
- _Internet Akses
- Layanan
- _Pertukaran Pelajar
- _Beasiswa
- _Keagamaan
- _Minat Bakat
- _Soft Skill
- _Kesehatan
- Akademik
- _Kalender Akademik
- _Kurikulum
- _Pedoman Akademik
- Riset & Pengabdian
- _Pengabdian
- _Haki
- _Kerjasama
- _Artikel & Sitasi
- Staff
- _Dosen Tetap
- _Dosen Tidak Tetap
- _Tenaga Kependidikan
- _Peningkatan SDM
- Mahasiswa & Alumni
- _Tracert Study
- _Mahasiswa
- _Prestasi Mahasiswa
- _Alumni
- Kontak
Penghargaan Tertinggi untuk Perempuan
Muhammad Haramain
Jln. Hasanuddin RT.04 Karang Anyar
Kel.Kembang Sari Kec. Selong Lombok Timur NTB
–Makassar
Pendidikan:
SDN Mbungbasari, masuk tahun 1991 selesai tahun 1996
MTs.Nurul Haramain NW Narmada, masuk tahun 1996 selesai tahun 1999
MA Negeri Selong, masuk tahun 1999 selesai tahun 2002
Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor Fak.Dakwah Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) 2002-2006
–sedang melanjutkan studi pasca sarjana di PPs Universitas Alauddin Makassar
Jurusan Dirasah Islamiyah Konsentrasi Dakwah dan Komunikasi